Kamis, 10 Maret 2011

Oil Spike Due to 'Market Pricing in Risk': Exxon CEO

The spike in the price of crude oil has been brought about by the “market pricing in the risk premium on the future oil supply,” rather than a lack of supply currently, said Rex Tillerson, CEO and chairman of Exxon Mobil.

Tillerson, head of the world’s largest publicly-traded oil company [XOM  84.38    -0.22  (-0.26%)], was responding to the view of the Saudi Arabian oil minister. The cost of oil hovered below $105 a barrel.
“The $20 jump we've seen in the last few weeks is really the market pricing in the risk premium, as they [the Saudis] view it, on the future supply of oil,” he told CNBC.
Tillerson added oil is plentiful at this point, but the situation could change if delivery from a major supplier were to be disrupted. 

He said that the disruption from Libya is of minor importance because the country's production accounts for only 1 ½ percent of the global oil supply.
The last time the supply chain was broken in the US was after Hurricane Katrina in 2005 when the country’s strategic oil supply, a system in place throughout the world, had to be tapped, because oil tankers could not deliver crude oil to refineries in the gulf coast region.
Because each region in the world maintains strategic oil supplies to use in the event of a physical disruption, Tillerson said, the world is now better prepared for a crisis.

Asian shares fall amid ongoing Libya fighting

Asian shares fell Thursday, weighed down by ongoing fighting in Libya and a lackluster finish by Wall Street.
Japan's Nikkei 225 stock average was off 1.1 percent at 10,473.81, with nearly all sectors in negative territory.

 Toyota Motor Corp. tumbled more than 2 percent, and major bank Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. fell 1.6 percent.
Hong Kong's Hang Seng index retreated 0.4 percent to 23,722.14.
South Korea's Kospi extended losses after the central bank raised its key interest rate for the second time in three months Thursday. The index fell 1.2 percent to 1,978.41 in late morning trading.
Benchmarks in Australia, Taiwan, Singapore and mainland China also lost ground.
Bucking the trend was New Zealand's main stock index, which edged up less than 0.1 percent to 3,414.90 after the country's central bank cut its key interest rate to 2.5 percent from 3.0 percent. It described the decision as a pre-emptive move to soften the economic impact of last month's destructive earthquake in the city of Christchurch.

In New York on Wednesday, stocks slipped as crude oil prices hovered near $104 a barrel, continuing a three-week run of high prices that economists say could slow the economic recovery.
Fighting between rebels and forces loyal to Libyan leader Moammar Gadhafi set two oil installations ablaze and inflicted yet more damage on the country's crippled energy industry.

The Dow Jones industrial average fell 1.29, or less than 0.1 percent, to 12,213.09.
The broader S&P index lost 1.80 points, or 0.1 percent, to close at 1,320.02. The Nasdaq composite fell 14.05, or 0.5 percent, to 2,751.72.
In currencies, the dollar rose to 82.76 yen from 82.70 yen late Wednesday. The euro stood at $1.3916 from $1.3904.
Benchmark crude for April delivery rose 41 cents to $104.79 a barrel in electronic trading on the New York Mercantile Exchange. The contract fell 64 cents to settle at $104.38 a barrel Wednesday.

Aplikasi Kredit Perumahan AS Melonjak

Aplikasi untuk kredit perumahan di AS melonjak ke level tertinggi dalam 3 bulan minggu lalu, terdukung oleh adanya kemajuan pada pasar tenaga kerja, menurut salah satu grup industri hari Rabu. Mortgage Bankers Association mengatakan indeks aktivitas aplikasi kredit perumahan naik 155.5% minggu lalu, dan merupakan level tertinggi sejak minggu yang diakhiri tanggal 10 Desember serta kenaikan terbanyak sejak 11 Juni. Indeks pembiayaan kembali MBA naik 17.2%, sementara ukuran tingkat permintaan pinjaman untuk pembelian rumah naik 12.5%.


“Membaiknya pasar tenaga kerja mulai membuka jalan untuk kemajuan pasar perumahan," menurut pernyataan Michael Fratantoni, wakil presiden riset dan ekonomi MBA. "Dan juga, tingkat suku bunga kredit perumahan ada d ibawah 5% untuk kedua minggunya, mempertahankan daya beli konsumen dan membawa menuju kenaikan jumlah aplikasi." Tingkat suku bunga 30 tahunan kredit perumahan ada pada 4.93% minggu ini, naik dari 4.84% pada minggu sebelumnya.

Gold dan hutang Eropa

Spot emas di $1,429.50/ons, naik 60 sen sejak ditutupnya pasar New York. Emas terus bergerak di rangenya sejak menyentuh level rekor tinggi di $1,445.05 hari Senin. Harga emas lebih banyak dipengaruhi oleh masalah di Eropa daripada di Timur Tengah dengan masih adanya kekhawatiran mengenai masalah hutang zona Eropa yang belum terselesaikan menjelang pertemuan para pembuat kebijakan di hari Jumat, menurut Phillip Futures. "Ketidak pastian pasar keuangan menjadi alasan lain emas masih menarik untuk dijadikan sebagai safe haven bagi investor," katanya. Di Eropa, emas belum menunjukkan sinyal penguatan, emas masih stabil di kisaran EUR1,026/ons, dengan pernyataan yang optimis dari pejabat ECB yang memberi jalan keluar bagi permasalahan hutang yang terjadi di Portugal, Yunani, dan Irlandia.

Hangseng Today

Setelah kemarin gagal menembus ke atas level 23880, indeks Hang Seng cenderung bearish dan bergerak waspada seraya investor saat ini tengah menantikan serangkaian paket data ekonomi China.
Sederetan data ekonomi tersebut akan diawali dengan angka neraca perdagangan yang diperkirakan menyusut.
 
Secara teknikal seperti terilhat pada grafik berikut, indeks Hang Seng (HSI) saat ini masih berada dalam fase koreksi bearish setelah kemarin gagal menembus ke atas area 23880. Koreksi akan makin dalam menuju 23680 sebagai support terdekat sebelum menguji area 23435.
 
Sementara dengan Hang Seng yang masih tetap terjaga di dalam bullish trend channel, memiliki resisten terdekat di 23880, break ke atas area ini dapat memicu momentum bullish lanjutan menuju 24000.
 
 
 
Resistance Level : 23880, 24000, 24140
Support Level       : 23680, 23550, 23435
Trading Range       : 23680 – 24070
Trend                      : Bearish

Libya : minyak mahal

Kontrak minyak melambung di perdagangan Asia terkait meningkatnya kekisruhan di Libya, yang menyebabkan hancurnya fasilitas minyak.

Pasukan yang loyal pada Kol. Moammar Gadhafi mengintensifkan serangan pada para pemberontak. Pertikaian terjadi di sebelah barat Tripoli dan menghentikan serangan oposisi di sebelah selatan. Sementara itu, stasiun minyak utama Es Sider terbakar setelah pasukan udara Gadhafi membombardir komplek. Stasiun televisi Libya menyalahkan pasukan pemberontak atas peristiwa itu. Kilang minyak  Ras Lanuf masih utuh namun tetap ditutup terkait adanya usaha untuk mengambil alih Ras Lanuf. Stasiun minyak Zawia dan Es Sider telah ditutup.
Minyak Nymex April menguat 47 sen di $104.85/barrel di Globex. Minyak ICE Brent crude 53 sen lebih tinggi di $116.47/barrel.

Gold: Fokus Liga Arab

Emas bertahan stabil hari Kamis yang berada di bawah rekor tingginya minggu ini dengan investor yang fokus terhadap kenaikan harga minyak yang bergantung pada ketegangan yang terjadi di negara-negara liga Arab, dan kembalinya kekhawatiran hutang Eropa, yang mendukung pesona safe haven emas.
 
Spot emas merosot 59 sen ke $1,428.20 setelah mencapai rekor tingginya di $1,444.40 per ons hari Senin.
Kontrak emas AS untuk April nyaris tidak bergerak dari $1,428.8 per ons. Kontrak komoditi tersebut mencapai rekor tingginya di $1,445.70 per ons hari Senin.
 
Impor komoditi dari Cina, sebagian besar membukukan kenaikan bulan Januari, mungkin menunjukkan pertanda pelemahan di Februari bersama berlanjutnya musim hari libur yang mengganggu proses pengapalan dan tingginya pemangkasan pemesanan.

Rabu, 09 Maret 2011

Gold today

Add caption
Harga emas masih menguji trendline bullish yang terlihat di grafik 4 jam. Bias secara umum masih bullish dan tembusnya resistance di 1432.08 akan memberikan peluang bagi rebound ke arah resistance di 1444.30. Bias berpotensi menjadi bearish jika support di 1418.40 pecah, yang kemungkinan akan diikuti oleh pergerakan menuju support selanjutnya di area 1404.72.

Tangguhnya Ekonomi Perkuat Sterling

-Sterling menguat terhadap euro dan dolar setelah data tunjukkan tangguhnya ekonomi Inggris meski pemerintah laksanakan program pemangkasan defisit anggaran. Defisit perdagangan menyusut menjadi £7,1 M di Januari, lebih baik dari estimasi £8,5 M dan revisi publikasi sebelumnya £9,7 M. Ekspor meningkat 5,4% sedangkan impor turun 4%.


Laporan KPMG tunjukkan meningkatnya indeks perekrutan tenaga kerja menjadi 62,7 dari 58,2 pada Januari, tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Harga retailer catatkan kenaikan tertinggi dalam dua tahun terakhir. Indeks harga jual, yang dirilis Konsorsium Retailer Inggris, naik 2,7% di Februari, lebih tinggi dari rilis sebelumnya 2,5%.
 
Membaiknya indikator ekonomi tentu akan berikan BoE lebih banyak ruang untuk kendalikan inflasi yang kini mencapai 4%, 2x lipat target bank sentral. BoE besok akan umumkan hasil pertemuan kebijakan moneternya. Meski BoE diprediksi kembali tahan suku bunga dan program pembelian obligasi, pasar telah antisipasi kenaikan suku bunga pada bulan Juni.

Pasar Eropa Mixed Ditengah Kembalinya Kekhawatiran Hutang

Pasar Eropa terus bergerak mixed di sekitar level pembukaan pada perdagangan hari Rabu, dengan risk appetite membebani yang dipicu  oleh kemunculan kembali kekhawatiran atas masalah hutang zona Euro setelah Moody's memangkas peringkat kredit pemerintah Yunani.
Indeks Eurostoxx 50 tergelincir 0,1%, sementara Indeks DAX Jerman justru menguat 0,29% dan indeks CAC Perancis kehilangan sekitar 0,1%. Di Inggris, Indeks FTSE bergerak 0,4% lebih rendah dalam waktu kurang dari 2 jam setelah bel pembukaan.
 
Downgrade Moody's terhadap peringkat obligasi pemerintah Yunani pada hari Senin telah memunculkan kembali kekhawatiran atas nasib anggota Uni Eropa lainnya. Di sisi lain, penurunan harga minyak untuk hari kedua berturut-turut akibat spekulasi tentang pemimpin Libya Gadaffi yang angkat kaki dari negara itu telah meningkatkan harapan berakhirnya konflik di salah satu produsen minyak mentah utama tersebut.

CEO BP: Maafkan Kelalaian Kami

Untuk kali pertama sejak kasus Teluk Meksiko, CEO British Petroleum (BP), Bob Dudley, tampil di hadapan kolega dan rekan satu industri. Pada event bertajuk Konferensi Tahunan IHS Cera, Dudley mengutarakan permohonan maaf atas kelalaian perusahaannya atas kejadian tersebut.

"Sejak insiden itu, inilah kali pertama Saya hadir di hadapan Anda. Maka dari itu, Saya mengucapkan maaf atas semua yang terjadi," tutur Dudley. Sang CEO baru saja menjabat sebagai kepala perusahaan menggantikan Tony Hayward. Ia bertekad menggenjot performa karyawan serta rutin meng-evaluasi standar keamanan di lapangan. Isu ini sekarang menjadi fokus utama BP supaya kesalahan serupa tidak berulang. Dalam sisi operasional, staf tambang harus memastikan semua perangkat sudah bekerja normal sebelum proses pengeboran terlaksana. "BP meminta maaf. BP menuai akibatnya. BP kini berubah," tutup Dudley.

Sementara itu dalam menyikapi krisis Timur Tengah, Ia menyerukan industri untuk mengambil langkah aktif. Middle east dan Afrika Utara menyumbang 30 juta barel minyak per hari (sepertiga suplai dunia). Untuk mengantisipasi guncangan, industri energi disarankan berkoordinasi lebih intensif melalui pertemuan seperti ini.

Listing Saham China di Wall St. Lesatkan HSI

Indeks bursa Hang Seng (HSI) kembali melanjutkan rebound-nya setelah dibuka dengan gap-up menyusul rally tajam saham-saham asal China yang tercatat di Wall Street.
Sementara sektor perbankan diperkirakan menguat setelah bank sentral China menarik kembali sanksi giro wajib minimum bagi sejumlah institusi.
 
Indeks diperkirakan terus melesat jauh dari psikologis 23000 dan dikhawatirkan dapat menghampiri level 24000. Namun patut diwaspadai karena harga di area ini sudah cukup jenuh/overbought sehingga rentan terhadap koreksi dan profit taking.
 
Maka bila Hang Seng mengalami koreksi, level support terdekat berada di area 23750 hingga di 23600.

emas stabil

Emas bertahan stabil hari Rabu setelah perdagangan yang penuh gejolak di sesi sebelumnya. Aksi bargain-hunting dari para pedagang dan kekerasan di Libya memicu tekanan terhadap harga minyak dan pemulihan bursa saham.
Spot emas nyaris tidak berubah di level $1,427.80 per ons, keluar dari rekor tingginya di $1,444.40 per ons yang terjadi hari Senin.
Kontrak emas AS untuk bulan April naik $1.3 per ons ke $1,428.50 per ons. Emas mencapai rekor tingginya di level $1,445.70 hari Senin.

Hangseng Today

Secara teknikal indikator MACD dan channel bullish pada grafik berikut mengindikasikan bias bullish untuk jangka menengah menuju 23880 sebagai target selanjutnya. Break level ini akan melanjutkan tren bullish menuju 24000.
 
Sementara indikator stochastic mengindikasikan koreksi bearish untuk jangka pendek kembali ke support pertama di 23750 sebelum menuju area 23600.


 
Resistance Level : 23880, 24000, 24220
Support Level       : 23750, 23600, 23435
Trading Range       : 23600 – 23880
Trend                      : Bullish

Waspada koreksi Hangseng

Secara teknikal indeks Hang Seng diperkirakan terus melesat jauh dari psikologis 23000 bahkan dikhawatirkan dapat menghampiri level 24000.
Namun patut diwaspadai karena harga di area ini sudah cukup jenuh/overbought sehingga rentan terhadap koreksi dan profit taking. Maka bila Hang Seng mengalami koreksi, level support terdekat berada di area 23750 hingga di 23600.     
Dari grafik berikut terlihat indikator MACD dan channel bullish telah mengindikasikan bias bullish untuk jangka menengah menuju 23880 sebagai target selanjutnya. Break level ini akan melanjutkan tren bullish menuju 24000.
Sementara indikator stochastic mengindikasikan koreksi bearish untuk jangka pendek kembali ke support pertama di 23750 sebelum menuju area 23600.
Resistance Level : 23880, 24000, 24220
Support Level       : 23750, 23600, 23435
Trading Range       : 23600 – 23880
Trend                      : Bullish

Perburuan Safe Haven

Emas masih bergerak dalam range yang relatif sempit hingga memasuki sesi Eropa hari Selasa. Meskipun menjauh dari rekor tertinggi, Emas masih mendapatkan dukungan dari kekhawatiran geopolitik dan ekonomi makro.


Saat ini Emas ditawarkan pada kisaran $1434.95/1435.75 per ons, dan tengah berada tidak jauh dari level tinggi harian. Emas berhasil mencetak rekor tertinggi baru di $1444.30 pada hari kemarin, sebelum tergerus oleh aksi profit taking dan pemulihan Greenback.
 
Berdasarkan grafik, support terdekat berada pada MA 7-hari di $1425, yang diikuti oleh $1420 dan $1410. Sebaliknya, resistensi dapat ditemukan di $1444, kemudian $1445 dan $1450.
 
"Emas dan perak akan diuntungkan beberapa konsolidasi," kata analis William Adams dari FastMarkets. "Tapi meningkatnya kepemilikan pada SPDR menunjukkan keduanya masih akan tetap didukung campuran antara safe haven dan lindung nilai inflasi."

Profit-Taking Warnai Emas

Emas tergelincir, tertekan aksi profit-taking setelah reli kencang akibat meningkatnya gejolak Libya dan ancaman inflasi. "Aksi jual yang terjadi cukup sahat, ini mungkinkan pasar untuk rehat sejenak," papar Chae Un Soo, trader KEB Futures. "Ada minat beli emas yang besar, kecuali situasi Timur Tengah membaik."

Pemberontak kini menyusuri daerah pantai mendekati Tripoli; dimana pasukan setia Qaddafi tengah berusaha pertahankan ibukota Libya tersebut. Salah satu putra Muammar Gaddafi, Saadi, utarakan ayahnya belum kerahkan semua pasukan untuk hadapi pemberontak, demi lindungi Libya dari serangan asing. Dua surat kabar Arab dan televisi Al Jazeera beritakan Gaddafi sedang mencari kesepakatan untuk mundur; tapi pemberontak tidak percaya dengan janji Qaddafi. PBB perkirakan 1.000 orang telah tewas sejak meletusnya pemberontakan di Libya.

Melejitnya harga makanan dan komoditas telah picu kerusuhan di Afrika Utara dan Timur Tengah. Demonstran berhasil gulingkan pimpinan di Tunisia dan Mesir dan protes kini terlihat di Iran, Yaman, Qatar, dan Oman. Di Arab Saudi, website telah serukan demonstrasi pada tanggal 11 dan 20 Maret.

Bank Of America CEO Says No More Acquisitions

executives are in the spotlight today as they present their overall growth and profitability strategies to investors.


BofA’s investor day is particularly important because it’s the nation’s largest bank and faces some of the biggest challenges in the industry compared to some of its rivals. Today’s discussion gives the bank’s executives a chance to address the state of the bank’s most troubling issues like its legal battles regarding mortgage-backed securities and foreclosure problems.
Moynihan spoke to some of those problem in his opening remarks this morning and was blunt about the bank’s future challenges
.
One of its biggest challenges will be grappling with costs related to its home lending unit. Moynihan called the unit the bank’s biggest legacy issue, and says the bank is “still eating large costs” because of it. He added that the bank could have relatively high expenses for the next two years as deals with mortgage-related expenses.
Of course, Moynihan is referring to BofA’s 2008 acquisition of the mortgage lender Countrywide—possibly the worst acquisition in the bank’s recent history. The deal has been a never-ending nightmare for the bank as its faced growing foreclosure problems and legal battles stemming from the Countrywide unit.
In 2010, Bank of America posted a $2.2 billion net loss last year, driven by writedowns on home-lending and credit-card units.
That’s why Moynihan promised investors this morning a “new era” at the bank—one that avoids any major acquisitions.

That’s probably a good idea considering Moynihan does not expect a boost in the bank’s overall assets for the next five years. Bank of America’s assets averaged $2.44 trillion in 2010, ending the year at $2.26 trillion.
So what’s Moynihan’s plan? Well, pretty much what any struggling business might do—cut costs.
Moynihan said the bank’s expenses relative to operating revenue is too high at was 62 % in 2010. He hopes to bring that number down to 55% or “as low as it can go” without hurting the bank’s operations. Before the financial crisis, that ratio hovered around 50%.
Still, Moynihan expects the bank’s  earnings to return to more normal levels in 2012 and 2013, with pretax income around $35 billion to $40 billion.
Bank of America’s shares are up 3% this morning.

Kecemasan Suplai Meredup, Minyak Surut

Minyak melemah akibat ekspektasi redanya kerusuhan Libya sehingga dapat perlancar aliran suplai minyak dari Timur Tengah. Al-Jazeera laporkan pimpinan Libya Muammar Qaddafi menawarkan untuk lepaskan kekuasaan jika dipastikan keselamatannya, namun pemberontak masih menolak tawaran Qaddafi.

Anggota OPEC dan non-OPEC telah tutupi kekurangan pasokan minyak dari Libya, ungkap Mentri Perminyakan Qatar, Mohammed Saleh al Sada. Kerusuhan telah kurangi produksi minyak Libya sebanyak 1 juta barel per hari, menurut Badan Energi Internasional. Libya pompa 1,59 juta barel minyak per hari di Januari.

OPEC tengah pertimbangkan kenaikan output minyak namun belum ambil keputusan, ungkap Mentri Perminyakan Kuwait Sheikh Ahmad al-Abdullah al-Sabah. Ketika ditanya apakah Kuwait telah tingkatkan produksi, Al-Sabah katakan, "Kami tidak tingkatkan produksi, masih tetap penuhi kuota." Namun, Al-Sabah yakin Arab Saudi telah tingkatkan produksi untuk tutupi kekurangan pasokan dari Libya

How Twitter Is Transforming Trading in Commodities

Passing through Giltner, Neb. early last August, farmer Mike Haley used his Twitter account to post a message, or tweet, about a particularly robust corn crop.




“If I was @zjhunn or @cornfedfarmer I would be smiling, best corn iv seen is their area!”
What may have seemed like a passing compliment turned into a $200,000 profit. 

The harvest belonged to brothers Zach and Brandon Hunnicutt—known on Twitter as “zjhunn” and “cornfedfarmer” respectively—fifth-generation south central Nebraska farmers who raise corn, soybeans, and popcorn on their 3,500 acres they share with their father and neighbor.
To Zach Hunnicutt, Haley’s tweet was a revelation. “We knew by that point that we weren’t going to have as high yield as we hoped for,” he said in a recent interview. “We knew that if ours might be the best out there,” he added, “that gave us the confidence to maybe hold out a little bit—for prices to go higher.”
Trading on Twitter - A CNBC ReportCNBC Trading on Twitter - See Complete Coverage
Corn prices, in fact, spiked nearly 50 percent between Haley’s tweet and the end of the year. By the time the Hunnicutts sold their corn in December, they were able to lock in an additional $1 per bushel, Zach Hunnicutt estimates—generating another 20 percent, or $200,000 or so, in profits. And about half of last year’s corn harvest is still in storage.

The back-and-forth between the Hunnicutts and Haley, a grain and cattle farmer in West Salem, Ohio, is part and parcel of the way in which Twitter is revolutionizing agriculture markets in the U.S.
Once a convenient outlet for boredom on the tractor, tweeting with fellow farmers has become a way for the participants in a far-flung and isolating business to compare notes on everything from weather conditions to new fertilizers. And now, commodities brokers and traders are paying close attention.
“A lot of time farmers are talking to other farmers and I’m sitting there listening,” says Thomas Elwood, aka @cornbroker, who trades corn and other grains on the floor of the Chicago Mercantile Exchange. “Twitter is kind of like a big coffee house,” he said.

To grains traders looking for any kind of edge in the markets, Twitter has become a game-changer. Whereas agricultural brokers and traders once spent hours conducting telephone surveys with farmers or embarking on so-called windshield surveys, in which they drove down Interstate 80 during harvest season to eyeball crops, they can now gather real-time updates on planting intentions and yields on Twitter. 

About a year and a half ago, Tom Grisafi, who trades commodities from his basement office, put up a screen dedicated solely to Twitter feeds in his Valparaiso, Indiana home—right next to the more traditional screens showing corn and other grain prices. Six months later, he asked an analyst to monitor it regularly.
Grisafi, known as @IndianaGrainCo on Twitter, says he tweets with at least 15 farmers on a regular basis to check on crop conditions. “They’re really good about getting back to me on how much rainfall they received, what crops they’re planting, how the weather is,” he said.
Given that weather can vary dramatically across a given region, he says Twitter is particularly helpful in discerning where, for instance, a rainfall has been hardest.

Launched in 2006, the closely-held Twitter now boasts more than 200 million accounts and typically posts more than 130 million unique messages per day. The company’s of-the-moment tweets are now being used to track a multitude of trends, from potential box-office results to flu outbreaks.
But Twitter spokesman Matt Graves said the commodities market chatter and other projects aren’t the company’s focus. “We’re aware of that stuff,” he said in a phone conversation, “but we’re just about providing a platform where people can connect.”