Kemajuan yang diperlihatkan Italia sejauh ini telah direspon positif oleh pasar keuangan, yang terlihat pulih dari tekanan sebelumnya. Pasar optimis bahwa pemerintahan baru teknokratis yang akan dipimpin oleh seorang ekonom dan mantan anggota komisi Uni Eropa, Mario Monti, akan memperlancar proses reformasi dan implementasi langkah-langkah penghematan dalam rangka mengangkat pasar tenaga kerja dan sektor lain perekonomian.
Jumat, 11 November 2011
Senat Italia Setujui RUU Anggaran 2012
Debat RUU Anggaran Italia 2012 Dimulai !
Presiden Giorgio Napolitano sendiri pada hari Rabu lalu telah menunjuk Mario Monti untuk menggantikan posisi Berlusconi dalam pemerintahan Italia yang baru.
Politisi Italia berada di bawah tekanan kuat untuk secepatnya meloloskan RUU, yang mencakup rencana pemangkasan defisit untuk tahun fiskal 2012 serta meningkatkan langkah-langkah untuk memacu pertumbuhan jangka panjang.
Dengan dukungan yang lebih luas, pemerintahan darurat baru diharapkan dapat melaksanakan reformasi yang telah disepakati dan meluncurkan kebijakan baru sebagai upaya memulihkan stabilitas dan meredam kenaikan yield obligasi yang mengkhawatirkan. Yang pada akhirnya akan dapat membantu Italia dalam mengelola beban hutang yang telah mencapai €1,9 trilyun.
'Italia dalam Dilema'
Bunga obligasi Italia bertenor 10 tahun melambung ke atas 7% pekan ini. Imbal hasil sebesar itu menunjukkan bahwa tingkat risiko gagal bayar kian tinggi. Semakin besar yield obligasi sebuah negara, maka makin besar pula level risiko kerugian yang harus diterima investornya. Pergerakan harga emas dan saham memang lazimnya berlawanan arah, namun korelasi tersebut tidak berlaku pekan ini. Nyaris seluruh bursa utama Asia dan Eropa terpuruk di zona merah pekan ini. Adapun emas tersasar sampai ke harga $1735 pada hari Kamis. Minat berisiko diharapkan sedikit membaik jelang weekend, mengingat semalam (10/11) Wall Street mendapat suntikan positif dari laporan earnings. Dow Jones industrial average menguat 112,85 poin atau nyaris 1% ke level 11.893. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 10,60 poin (0,86%) ke level 1.239,70 dan Nasdaq meraup 3,50 poin (0,13%) ke level 2.625,15.
Menurut informasi yang disebarluaskan, total hutang pemerintah Italia mencapai 1,92 triliun euro atau setara 23% dari seluruh nilai hutang pemerintah negara dalam zona euro. Bandingkan dengan Yunani yang hanya mengoleksi beban hutang 340 miliar euro. Sementara rasio hutang terhadap GDP (debt-to-GDP) Italia adalah 119,1%, lebih baik dibanding Yunani dan Islandia yang mencatat rasio 142,8% dan 126,1%. Namun kembali lagi ke angka riil, jumlah nominal Italia tentu jauh lebih besar ketimbang dua negara itu. Mengingat posisinya sebagai negara perekonomian terbesar ke-tiga di Eropa.
Jika mengacu pada indikator ekonomi, tingkat pertumbuhan Italia memang memprihatinkan. Level inflasi terpantau naik 3,6% hingga awal kuartal IV ini. Rerata pengangguran bahkan masuk dalam kategori tinggi, 8,3%, dan PMI jatuh ke 43,1%. Pertumbuhan GDP kuartal II silam hanya mampu mencapai 0,8 poin persentase (year-on-year). Fakta-fakta tersebut cukup untuk menunjukkan betapa buruk kinerja pemerintah Silvio Berlusconi.
Italia terlalu besar untuk dibantu (bailout), namun terlalu besar pula untuk dibiarkan bangkrut. Jika Yunani saja sudah membuat guncangan besar di pasar finansial global, apa jadinya bila negeri pizza dibiarkan terjerat dalam krisisnya. Rasio hutang negara itu sudah terlampau besar dan sulit untuk dibayar. Bahkan jika nantinya ada kesepakatan pemangkasan kerugian yang disepakati investor, misalnya sebanyak 50%, jumlah nyaris 1 triliun bukanlah nominal kecil. Pemegang obligasi korporasi, yang kebanyakan perbankan dan asuransi, bisa gulung tikar serentak. Entah efek negatif apa lagi yang bisa diberikan oleh kehancuran ekonomi Italia. Satu hal yang pasti, otoritas Eropa kini mempunyai pekerjaan rumah yang lebih rumit.
Ekonomi Spanyol Stagnan pada Q3
Spanyol makin kesulitan membentengi diri dari krisis kawasan. Secara year on year, perekonomian tumbuh 0,8% di kuartal III. Bank sentral mengklaim penyebab utama stagnasi terletak pada pemangkasan yang dicanangkan pemerintah pusat, regional maupun daerah. Beberapa sektor juga kolaps akibat krisis global.
Meski harus menjalani program efisiensi, Komisi Eropa tidak berharap Spanyol harus mengalami defisit melampaui target 6% dari GDP. Pada 2010 lalu, defisit tercatat sebesar 9,2% dari GDP. Sementara perekonomian Spanyol diprediksi hanya tumbuh 0,7% pada 2012, demikian ramalan Komisi Eropa.
Kamis, 10 November 2011
Emas: 1755 Jadi Level Krusial
Emas gagal melampaui resisten 1800-03 dan justru berbalik ke bawah 1777. Harga kemudian menyentuh target downside Kami, 1762-67, dengan level rendah terletak di 1764.
Selama emas bertahan di bawah 1782, potensi koreksi ke 1755-60 tidak bisa dikesampingkan. Pada level tersebut, Kita akan melihat minat beli kembali lagi. Seandainya harga diperdagangkan di bawah 1755, maka peluang penurunan terbuka sampai 1747, 1740 dan kemungkinan hingga ke 1726 (jika tren downside berlanjut). Namun emas dapat bertahan di sekitar 1755 sebelum akhirnya menguji level tertentu. Resisten Intraday berada antara 1776-80. Semoga berhasil
EUR/USD: Sinyal Bullish, Naikkan Ekspektasi ke 1.3594
EUR/USD berada di bawah tekanan bearish yang sangat kuat. Sinyal bullish yang muncul dari stochastic dan CCI 1 jam menaikkan ekspektasi pullback hingga ke area resistance di 1.3594. Akselerasi ke atas resistance tersebut memungkinkan pergerakan hingga ke resistance selanjutnya di 1.3685. Kedua level resistance tersebut bisa dijadikan referensi untuk mencari kemungkinan sinyal bearish mengingat bias masih akan tetap bearish selama resistance di 1.3685 masih belum tembus.
Fokus saat ini adalah support di 1.3513, di mana tembusnya level tersebut akan memperkuat bias bearish dengan sasaran pergerakan di kisaran 1.3431 – 1.3381
GBP/USD: Potensi Naik Menuju Area 1.5950
GBP/USD jatuh tajam. Saat ini ada potensi pullback hingga ke resistance di 1.5950 seiring sinyal bullish yang terlihat di stochastic dan CCI 1 jam. Kemunculan sinyal bearish di level resistance tersebut kemungkinan akan menyebabkan cable kembali bergerak turun untuk menguji support di 1.5898. Tembusnya support ini akan memperbesar momentum bearish dan cable kemungkinan akan terseret hingga kisaran 1.5847 – 1.5814.
Sementara itu, akselerasi ke atas 1.5950 akan berpeluang memperpanjang pullback hingga ke resistance selanjutnya di 1.6008. Level ini merupakan level 50% Fibonacci retracement sehingga jika level tersebut bertahan maka bias akan tetap bearish secara umum. Oleh karena itu, area tersebut juga bisa dipertimbangkan untuk mencari konfirmasi sinal bearish
Emas Terseret Kinerja Saham dan Komoditi
Emas berjangka memperpanjang penurunan hari ini. Emas untuk pengiriman Desember terkoreksi $30,20 atau 1,7%, ke level $1,761.60 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange selama sesi perdagangan Asia. Emas sebelumnya sempat terpantau di $ 1,791.60 per ons pada sesi Amerika Utara hari Rabu (09/11). Menurut Daru Wibisono, Analis Monex Investindo Futures, support kini berada di level $1740. Logam-logam komoditi lainnya menyusul pelemahan emas pada perdagangan elektronik, dipimpin oleh tembaga. Tembaga untuk pengiriman Desember kehilangan 8 sen atau 2,4% ke level $3,36 per pon.
Panik! Bursa Asia Diamuk Polemik Italia
Selain itu saham-saham di bursa Asia semakin bergejolak juga karena di picu oleh lonjakan tingkat imbal hasil surat utang Italia (yield obligasi) yang menandakan krisis dari Eropa bakal terus memburuk. Kepanikan pasar Asia juga diakibatkan karena investor terus diliputi kecemasan terrhadap ketidakstabilan kondisi politik di negara Italia pasca berita pengunduran diri PM Italia Silvio Berlusconi terkait masalah keuangan negara.
Pasar Asia selain merespon berita negatif dari Eropa, sentimen negatif juga datang dari makro ekonomi. Pagi ini data ekonomi dari China dan Jepang bermunculan negatif sehingga kondisi tersebut juga turut menekan pasar.
Indeks Hang Seng terpuruk tajam hingga anjlk nyaris 1000 poin akibat besarnya aksi jual di sektor keuangan ditengah kekhawatiran situasi keuangan Italia serta dampaknya terhadap ekonomi global. Selain itu pasar kian khawatir setelah angka surplus perdagangan China merosot tajam ke angka 17.03 billion, meleset jauh di bawah estimasi 24.90 billion. Namun masih berada di atas surplus 14.51 billion. Menutup sesi perdagangan pertama Indeks Hang Seng futures mencatat penurunan sebanyak 844 poin menuju level 19091.
Di Jepang, indeks Nikkei terperosok dalam terutama akibat aksi jual sektor perbankan seiring meningkatnya kekhawatiran krisis Eropa. Selain itu data ekonomi Machinery Orders Jepang yang memburuk turut menambah faktor pesimisme terhadap dunia industri Jepang. Indeks Nikkei futures tercatat sempat merosot hingga 250 poin ke level 8495
Lagi, Emas Terhunus Isu Negatif Eropa
Menyusutnya logam mulia yang kini bergerak loyo di kisaran $1761, terutama akibat terus meningkatnya intensitas aksi jual logam dan ekuiti karena pasar cemas terhadap kondisi zona Eropa setelah yield obligasi Italia menyentuh level tinggi 7.5%. Kalangan pelaku pasar kini semakin khawatir bahwa masalah hutang zona Eropa akan terus membebani sentimen di semua lini sektor komoditas.
Dan aksi lepas logam mulia ini juga ditengah keraguan yang masih ada terhadap kemampuan Italia menangani krisis hutang seiring dengan ketidakpastian politik negara. Saat ini pasar menilai kegagalan Italia untuk menangani masalah hutangnya akan mempunyai dampak yang jauh lebih besar terhadap kawasan Eropa dibandingkan Yunani.
Alhasil, pasar kini sangat cemas, dan pergantian pemimpin di Yunani serta Italia tidak akan mengubah situasi fiskal tapi jsutru membuat investor berada dalam ketidakpastian.
Investor Lepas Logam Mulia
Rabu, 09 November 2011
Biaya Pinjaman Italia Membahayakan
Kanselir Jerman Angela Merkel utarakan masalah Eropa terlalu dalam sehingga dibutuhkan reformasi struktural dan serukan perubahan UU Uni Eropa. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy ajukan proposal ekonomi bermesin dua dimana negara zona-euro perdalam integrasi sedangkan non zona-euro longgarkan hubungan; sinyal beberapa anggota mungkin harus keluar dari euro.
Italia telah gantikan Yunani sebagai fokus krisis utang zona-euro mengingat Eropa tidak mampu untuk berikan bailout jika Roma meminta. Setelah kehilangan mayoritas dalam voting parlemen, Berlusconi tawarkan pengunduran diri setelah jalankan reformasi ekonomi yang dituntut Uni Eropa. Berlusconi serukan pemilu dini yang kemungkinan tidak akan dapat dimenangkan setelah menentang pembentukan pemerintahan transisi.
Sementara itu, euro melemah di sesi New York. EUR/USD kini diperdagangkan 1.3604 dekat level rendah harian 1.3580
Strategi Emas Di Bulan November Masih Beli
Alasan utamanya tingginya harga emas menjelang akhir tahun adalah musim kawin di India, pembelian perhiasan disebabkan oleh perayaan natal di AS serta meningkatnya pembelian Emas di China menjelang tahun baru China.
Pola kenaikan harga Emas selama periode November – Desember ini telah terbukti dalam 30 tahun terakhir. Sehingga secara teknikal, resisten kuat masih tampak di area $1810 - $1830, tembus diatas level tersebut dapat memicu penguatan lebih lanjut hingga ke $1950. Disisi bawahnya, support terdekat ada di area $1770 - $1720 - $1680.
Harga Spot Emas Merangkak Naik Seiring Kecemasan Utang Hantam Italia
Penguatan Emas masih tertopang oleh situasi di Italia, setelah dilaporkan negara ekonomi terbesar ketiga di Eropa tersebut dapat menjadi negara berikutnya yang terhantam krisis di kawasan Eropa.
Sementara Italia merupakan negara yang lebih besar dari Yunani, sehingga default akan menyebabkan kenaikan biaya secara keseluruhan pada kawasan sehingga kegagalan Italia untuk memperbaiki problem utangnya berpotensi berimbas lebih besar pada pasar keuangan. Dimana hal ini positif bagi Emas.
Dari sisi supply demand, konsumsi Emas dari China diekspektasikan menanjak sekitar 50 persen meraih 400 ton tahun ini, melampaui prediksi sebelumnya sekitar 350 ton.
Eksodus Obligasi Italia Memicu Ketakutan Default
Hari ini terjadi eksodus para investor dari obligasi Italia menuju aset lainnya yang relative aman, dipicu oleh krisis politik ganda di Italia dan Yunani, memacu skenario terburuk pada krisis utang zona Eropa yang telah berumur 2 tahun.
Terpantau sejauh ini yield obligasi Italia pada tenor 2 tahun melonjak hingga 7.20% di hari Rabu, level tertinggi sejak era Euro, dan merupakan indikasi terakhir bahwa para investor telah kehilangan kepercayaan pada pasar obligasi terbesar ketiga di dunia.
Situasi ini selanjutnya akan membutuhkan perubahan politik di Italia dan bantuan internasional secara masif. Terutama Italia diperkirakan akan membutuhkan bantuan keuangan jika pemerintahan baru tidak mampu membendung arus capital outflow.
Kegagalan menghentikan krisis ini dapat memicu skenario terburuk default obligasi Italia yang akan membenamkan perbankan Eropa, dan menghancurkan system keuangan global secara keseluruhan.
Sekitar 1.9 trilyun Euro atau $2.6 trilyun utang obligasi pemerintah, maka Italia menyumbang sekitar ¼ utang publik zona Eropa, dimana hal ini terlalu besar bagi pemerintahan Eropa lainnya untuk diselamatkan.
Likuiditas Global Meraih Titik Puncak Mengering
“Likuiditas global telah berfluktuasi liar selama 5 tahun terakhir ini, dan sekarang ini telah meraih titik puncak pengeringan likuiditas,” kata Mr. Carney dalam pidatonya terkait likuiditas global.
Mr.Carney yang ditunjuk sebagai ketua Dewan Stabilitas Keuangan pada KTT G20 lalu, mengatakan volatilitas market meningkat sementara aktivitasnya menurun akibat penyusutan likuiditas global.
Selain itu beliau juga mengatakan tindakan tegas oleh Bank sentral Eropa masih diperlukan dengan menyiapkan dana sebesar 4 trilyun Euro untuk mendukung sektor perbankan Eropa selain mencegah kebangkrutan bank Eropa yang berskala seperti Lehman Brothers.
Defisit Perdagangan Melebar, Pound Gusar
Terkait pergerakan terakhir GBPUSD, level support berikutnya di bawah 1.6000 mungkin dapat dijumpai pada area 1.5945 (low 4 Nov) dan kemudian 1.5875 (low 3 Nov). Sebaliknya, dalam kasus kembali terjadi pembalikan arah resistensi terdekat berada pada area 1.6140 (MA 200-hari), yang diikuti oleh 1.6255 (high 2 Sept) dan 1.6335 (high 31 Agust).
Defisit perdagangan Inggris pada bulan September melebar ke 9,8B, yang merupakan rekor tertinggi, dan melampaui estimasi pasar dengan 8,0B. Angka bulan sebelumnya juga direvisi menjadi 8,6B dari publikasi sebelumnya 7,6B.
Parah! Situasi di Italia Mulai Menusuk Euro
Tergerusnya EUR hingga mencatat level rendah $1.3665, terutama lantaran pasar banyak melepas mata uang Euro terhadap Yen Jepang dan dollar AS. Aksi lepas tersebut terutama akibat yield obligasi Italia kembali melonjak dengan imbal hasil bertenor 10-tahun melejit hingga mencapai level 7 persen, yang juga akibat ketegangan di Italia.
Selain itu anjloknya EUR juga diakibatkan karena pasar masih terus diliputi kecemasan terrhadap ketidakstabilan kondisi politik di negara Italia pasca desakan pengunduran diri PM Italia Silvio Berlusconi. Dan berita tersebut dianggap investor sebagai ketegangan politik yang akan terus terjadi di Italia dan memicu ketidakpastian terhadap stabilitas ekonomi di Eropa.
Sehingga sentimen negatif tersebut menyebabkan pasar memilih untuk lebih berhati-hati bahkan tidak mengambil posisi dahulu atau justru melepas kepemilikan Euro untuk di alihkan ke aset yang lebih aman.
Waspadai Support Emas 1775
Harga emas mengalami koreksi dan bergerak dalam bias netral untuk jangka pendek di kisaran antara resistance 1790.02 dan support 1775.78. Ada kemungkinan harga emas akan kembali menguji support di 1775.78 namun kondisi stochastic dan CCI yang hampir oversold kemungkinan akan diikuti oleh rebound menuju 1780-an. Bias jangka panjang masih bullish sehingga pecahnya resistance di 1790.02 berpotensi memicu momentum bullish dan mengangkat harga emas ke resistance selanjutnya di 1802.75. Waspadai tembusnya support di 1775.78 karena hal tersebut diperkirakan akan menyebabkan koreksi hingga ke support di 1761.53.
Kinerja Wall Street Tergantung Italia
Pasar keuangan Amerika kembali diuji oleh perkembangan isu di Italia hari Rabu (09/11). Investor butuh sentimen positif dari resolusi fiskal negeri pizza pasca kesediaan mundur Perdana Menteri Silvio Berlusconi.
"Italia adalah urusan besar pekan ini," kata Peter Boockvar, Strategis Miller Tabak. Sebagai negara penghutang terbesar ke-3 di kawasan, Italia terbilang tidak cukup dalam mengemban kebijakan. Perdana Menteri Silvio Berlusconi memang mendapat persetujuan dalam pemungutan suara ihwal anggaran, tetapi Ia tidak memiliki mayoritas suara untuk menyelesaikan masa jabatan.
Saham Amerika Serikat (AS) rally setelah Berlusconi berkomitmen untuk lengser setelah proposai efisiensi anggaran 2012 disetujui. Imbal hasil obligasi Italia, yang sudah mendekati 7%, dipandang oleh pasar sebagai beban psikologis penting. Yield obligasi tenor 5-tahun sudah berkisar 6,80% atau sedikit di atas obligasi 10-tahun.
Semalam, Dow Jones naik 101 poin ke 12.180 dan S&P500 naik naik 14 poin ke 1.275. Adapun obligasi AS tenor 10-tahun mencatat yield 2,06%. "Eropa adalah pengendali pasar," kata Boockvar. Pasar sudah memberi sinyal 'beri aku kabar baik dan aku akan membeli!'. Tes besar untuk pasar akan terjadi ketika obligasi Italia mulai diperdagangkan lagi hari Rabu. "Jika Anda melihat lonjakan kecil pada yield obligasi Italia, maka pasar berpotensi turun lagi," kata Boockvar.
Sementara untuk sentimen lainnya, data inflasi China bisa berperan krusial. Adapun data perdagangan retail AS bulan September dirilis pada pukul 8:30 am ET. Departemen Keuangan juga siap melelang obligasi 10-tahun senilai total $24 miliar. Perusahaan yang akan merilis laporan pendapatan malam nanti adalah Anheuser Busch, General Motors, HSBC Holdings, AngloGold Ashanti,Dean Foods, Enbridge, Wendy, Ralph Lauren dan SodaStream. Sementara Cisco, Green Mountain Coffee, Auto Parts Lionsgate dan Advanced merilis earnings pasca bel penutupan.
Langganan:
Postingan (Atom)