Senin, 18 Juli 2011
Gold : Dapat Uji 1605.41
Emas kembali meroket dan membuat harga tertinggi baru dikisaran 1599.75. Secara teknikal pada grafik 1-jam emas terlihat potensi terjadinya koreksi jangka pendek menuju area 1594.09 hingga 1587.75 jika resistance dikisaran 1599.75 mampu bertahan. Hal tersebut juga diperkuat oleh kondisi CCI dan juga Stochastic yang saat ini berada dalam area overbought. Namun abaikan potensi terjadinya koreksi jika resistance tersebut pecah karena dapat memicu penguatan ke area 1605.41.
Analisa Pekan ini
USD/JPY memecah support terakhir di area 80.00 dan kuat di kisaran 78.50 pekan lalu. USD diperdagangkan melemah terhadap JPY karena outlook ekonomi Amerika Serikat (AS) sedang lesu. Untuk pekan ini, Saya memperkirakan USD/JPY sideways dari 78.50 ke sekitar 80.00 dalam pergerakan sempit. Abaikan proyeksi beli Anda bila USD/JPY tembus dekat support 78.50.
EUR/USD
Mata uang euro akan bertengger di 1.4200 pekan ini dengan kecenderungan turun. Seandainya mampu memecah support 1.4100 lagi, Saya melihat koreksi akan menyeret EUR/USD ke kisaran 1.3950. Akan tetapi, waspadai berita fundamental dari eurozone, yang rentan memicu short-covering ke atas 1.4270 atau bahkan menyentuh target resisten selanjutnya, 1.4350.
GBP/USD
GBP/USD melampaui support terdahulu, 1.5900, di awal pekan lalu. Namun sterling rebound dengan cepat dari level rendah 1.5780 ke 1.6194. Pekan ini, Saya melihat dua kemungkinan dalam pergerakan jangka pendek. Mengacu pada kabar fundamental yang cenderung menyebabkan koreksi, GBP/USD dapat anjlok sampai area 1.5970. Namun sterling punya kesempatan berbalik ke level lebih tinggi, 1.6260, sebelum nantinya jenuh beli. Meski demikian, GBP/USD masih bearish untuk jangka panjang.
EMAS
Harga emas akan terbatasi level 1600.00 di tengah minat profit taking. Namun Kami mengidentifikasi resisten tinggi lainnya di sekitar 1630. Pekan ini, Saya memandang harga emas akan menjalani konsolidasi teknikal dengan target di area 1555.00. Tren pasar sedang liar sehingga Kami sarankan traders untuk menempatkan stop-order. Di lain pihak, emas kemungkinan bergerak antara 1595.00-1600.00 di awal pekan sebelum kembali terkoreksi. Abaikan rencana jual Anda jika emas pecah di atas resisten 1600.00.
Harga minyak mentah WTI berhasil mengikis kerugian karena prospek dollar yang buruk. Dari sisi teknikal, harga akan bergerak dari 93.50 ke 94.50 dalam waktu dekat, kecuali tren justru berbalik. Dalam beberapa pekan mendatang, tidak ada petunjuk arah tetapi Saya memilih untuk ambil posisi dari level bawah ekstrim dengan kontrol terhadap resiko. Kami memperkirakan tren baru baru datang di awal Agustus, saat keputusan soal plafon hutang AS sudah lebih jelas.
Emas Tembus Diatas $1600
Akhir-akhir ini Emas bahkan melampaui kinerja Perak, setelah meraih rekor $1600 per troy ons tidak lama ini akibat ketidakpastian atas kemampuan pejabat Eropa untuk menyetujui paket bantuan kedua bagi Yunani dan menghentikan penyebaran problem Yunani ke negara lain seperti Spanyol dan Italia.
Para investor cenderung beli Emas seiring dengan meningkatnya nilai Emas ditengah kekacauan keuangan.
Berdasarkan studi teknikal, bias intraday masih bullish selama harga bergerak didalam bullish channel pada grafik H4 setidaknya mengincar level Fibonacci projection 161.8% di kisaran $1611, dekat area tersebut kemungkinan harga dapat terkoreksi setelah melejit lebih dari $100 sejak tanggal 1 july silam.
Di sisi bawahnya, level support terdekat ada di 1593 – 1583 – 1575.
Jumat, 15 Juli 2011
Kongres Butuh 'Ditekan'
Hal itu tentu akan menyebabkan pasar saham kolaps tiba-tiba. Namun jika pasar nantinya bereaksi keras, maka hal itu akan memberi tekanan baru bagi kongres. "Kongres butuh tekanan supaya mau meneken persetujuan, misalnya dari reaksi keras pelaku pasar," ujar Ed Mills dari FBR Capital. Namun Mills melihat kemungkinan persetujuan tidak tercapai hingga deadline 2 Agustus hanya sebesar 25%. "Tampaknya kedua pihak benar-benar sulit mengalah sampai situasi berubah menjadi krisis," ujarnya.
Kongres dan Gedung Putih menetapkan tanggal 22 Juli sebagai batas akhir negosiasi. Sementara Menteri Keuangan, Tim Geithner, mengatakan pemerintah punya toleransi hingga 2 Agustus. Jika kongres enggan melunak setelah deadline, maka pasar saham akan bergejolak. Investor luar memandang Washington tidak bisa kompak menyelesaikan kepentingan nasional.
"Pada akhirnya, kongres akan menyepakati wacana pemerintah," pungkas Alec Levine, Associate Director Newedge Group. Levine melihat situasi sekarang identik dengan saat pemerintah memperjuangkan Troubled Asset Relief Program (TARP) beberapa tahun silam. "Saat itu perundingan pertama gagal, pasar bereaksi keras hingga perundingan dua berjalan mulus," ungkap Levine. Akhirnya, program senilai $700 miliar bisa direstui House untuk mengatasi krisis tahun 2008 lalu. Situasinya kurang lebih serupa, respon kritis dari pelaku pasar keuangan dibutuhkan supaya kongres tidak terlalu keras kepala.
Euro : Uji Resistance 1.4281
Koreksi terjadi pada EURUSD hingga ke area support di 1.4129. Terlihat pada grafik 1 jam bahwa terbentuk pola head and shoulders dan pullback terjadi ke area neckline. Pola ini akan gagal jika harga kembali berakselerasi ke atas neckline atau ke atas 1.4187 dan hal tersebut akan membuka peluang untuk pergerakan naik menguji resistance di 1.4281. Sebaliknya, tembusnya support di 1.4129 akan memperkuat pola tersebut sehingga EURUSD berpotensi turun hingga 1.4035.
Sterling “Nervous” Jelang Hasil Stress Test
Dengan kondisi yang flat tersebut, Sterling masih tetap rentan merosot lagi ditengah memburuknya sentimen pasar karena cemas terhadap rapuhnya ekonomi, tingginya rasio hutang Inggris dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang makin menjauh.
Selain itu aksi lepas posisi kadang sesekali mewanai perdagangan karena pasar mengantisipasi terlebih dahulu menjelang dirilisnya indikator ekonomi AS yaitu data inflasi harga konsumen (CPI-AS) serta hasil uji kesehatan (stress test) bank-bank Eropa hari ini.
Prospek USD Minus, Untungkan Euro
Faktor ini terutama disebabkan oleh dollar AS yang mengalami sedikit pemulihan setelah Pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke akhirnya menjawab semua spekulasi di pasar yang menyebutkan bahwa QE3 akan segera diluncurkan.
Dalam pidatonya di depan Komite Senat AS, Bernanke menegaskan bahwa bank sentral AS akan menyuntikkan dana lagi ke dalam sistem perekonomian, hanya jika ekonomi Amerika benar-benar semakin memburuk, yang menurutnya belum terjadi saat ini meski tingkat inflasi terus naik sejak akhir 2010.
Namun secara umum untuk kedepannya, dollar AS masih akan tertekan, terutama setelah pihak Moody’s dan S&P saat ini telah memperingatkan akan men-downgrade peringkat hutang kredit Amerika jika sampai 2 Agustus mendatang Kongres belum juga menaikkan plafon hutang AS.
Bila kondisinya demikian, untuk jangka panjang EUR masih memiliki peluang menguat lebih lanjut. Karena kondisi ini akan mendorong investor melakukan pembelian terhadap aset ber-imbal hasil tinggi.
Profit Taking Hambat Laju Emas
Logam mulia akan menguji level $1,600/ons dalam jangka pendek, namun pergerakan tajam tampaknya tidak akan terjadi hari ini menjelang hasil stress-test bank Eropa pukul 23.00 WIB. Jika jumlah bank yang gagal menjalani tes lebih tinggi hal ini akan berimbas pada pelemahan EUR terhadap USD. Namun hal ini juga dapat mendorong harga emas dikarenakan kekhawatiran mengenai krisis hutang zona Eropa menambah minat aset safe-haven.
Dari 91 bank Eropa yang menjani tes, 10-15 diperkirakan mengalami kegagalan, menurut catatan analis MF Global, Tom Pawlicki.
Emas Bergerak Rangebound
Kekhawatiran masalah hutang zona Eropa, pertumbuhan ekonomi AS yang mengkhawatirkan dan kemungkinan mengenai langkah pelonggaran kuantitatif AS mendukung permintaan save haven untuk logam mulia. Spot emas di $1,585.80/onsz, turun $1.20 dari level penutupan. Logam mulia diperdagangkan di range sempit kisaran $1,584.00 - $1,589.00. Perak di $38.30/ons, naik 11 sen, platinum menjadi $1,767/ons, naik $5 dan paladium di $778/ons, naik $4 dari level penutupan.
Potensi Downgrade Rating AS Menghantam Sesi Eropa
Para pelaku pasar masih melihat data ekonomi tersebut dibayangi oleh kekhawatiran lebih besar pada potensi downgrade rating kredit AS seiring tidak tercapainya kesepakatan negosiasi anggota kongres dengan Gedung Putih.
Permintaan minyak AS juga meorost menyentuh level terendah 2 bulan di minggu yang berakhir pada 8 Juli, menurut laporan EIA hari Rabu kemarin. Penggunaan bahan bakar merosot ke level terendah 8 tahun. Sehingga penguatan harga minyak masih berpotensi terbatas seiring peringatan Moody’s Investor Service pada review rating bond pemerintah di AAA.
Berdasarkan studi teknikal, bias intraday menjadi netral setelah harga gagal menembus diatas 98.75, namun masih dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 95.15 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area support kunci 92.00.
Emas Cetak Rekor Tertinggi
Dolar jatuh terhadap enam mata uang utama setelah Ketua Federal Reserve Ben S.Bernanke mengatakan bank sentral siap mengambil tindakan tambahan, termasuk membeli obligasi pemerintah yang lebih. Pembelian obligasi untuk meningkatkan perekonomian negara adi daya tersebut.
“Investor khawatir tentang dampak pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh Fed akan melemahkan dolar dan ini akan mendukung emas,” kata Peter Fertig, pemilikKuantitatif Komoditi Research Ltd di Hainburg, Jerman. "Kemungkinan default AS dengan tidak meningkatkan plafon hutang dalam batas waktu sampai 2 Agustus. Selain itu downgrade mungkin adalah alasan untuk berinvestasi dalam emas sebagai safe haven. Masih ada resiko bahwa krisis di Europe masih akan berlanjut. " Tambahnya lagi.
Segera pengiriman emas naik sebanyak $ 12,07 atau 0,8% menjadi $1594.45 per ons dan berada di $ 1,586.75 pada jam 12.56 waktu London.Emas untuk pengiriman bulan Agustus naik 0,1% lebih tinggi pada $ 1587,10 per ons di Comex di New York setelah mencapai rekor $ 1594.9 yang merupakan harga emas pada rekor tertingginya sepanjang sejarah. Saat ini (20.27 wib) emas diperdagangkan pada $ 1588,2.
Emas incar rekor baru
Emas untuk kontrak bulan Agustus bertambah 0.22% sejauh ini diperdagangkan di level $1585.80 per troy ons setelah meraih titik tertinggi nya di $1589.60 per troy ons.
Faktor lain yang turut menopang Emas stabil dekat level rekor adalah potensi stimulus tambahan yang dipompa bank sentral AS ke ekonomi AS. Emas melanjutkan penguatannya ditengah ketidakpastian ekonomi makro memicu pengalihan resiko para investor ke aset yang tergolong aman seperti Emas.
Berdasarkan studi teknikal, Emas berpotensi terkoreksi turun untuk menetralisir kondisi jenuh beli / overbought pada chart Daily, mengincar support area 1579 – 1577 di jangka pendek. Anjlok dibawah area tersebut dapat memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar level support kunci 1562.
Namun selama harga masih bertahan diatas area 1552 secara keseluruhan skenario bullish masih kuat untuk membawa harga ke rekor baru 1601 - 1597 minggu-minggu ini.
Kamis, 14 Juli 2011
Konstan Diatas $1.6080 sterling masih aman
Koreksi ini lantaran Sterling didera sentimen negatif setelah lembaga pemeringkat Moody’s menyebutkan kemungkinan rencana untuk memangkas peringkat kredit obligasi Amerika Serikat. Kondisi ini dikhawatirkan bisa mengobarkan kembali kecemasan investor terhadap krisis finansial global.
Sesi kemarin GBP menguat tajam terhadap Dollar AS terutama akibat terangkat oleh pidato Gubernur Fed Ben Bernanke yang mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter putaran berikutnya jika ekonomi terus melemah dan inflasi terus menurun.
Secara teknikal bila GBP pecah dibawah support $1.6080, dikhawatirkan dapat memicu bearish lanjutan Sterling menuju level krusial $1.6. Bila level 1.6 masih juga ditembus, bukan tidak mungkin bila Sterling akan terjerumus hingga 1.5940 hingga 1.5900.
Moody’s Picu Euro Kandas
Koreksi ini lantaran EUR masih terbilang rapuh dalam suasana meluasnya pesimisme terhadap para pemimpin zona Eropa yang terlihat tidak sanggup mencegah penyebaran krisis hutang.
Sentimen negatif diperparah oleh berita sebelumnya yang menyebutkan lembaga pemeringkat Moody’s kembali menurunkan peringkat hutang untuk negara Irlandia. Tidak hanya itu saja, Moody’s menyebutkan kemungkinan rencana akan memangkas peringkat kredit obligasi Amerika Serikat.
Kondisi ini sontak mengobarkan kembali kecemasan investor terhadap krisis finansial global.
Sterling Analysis : Tren bullish awas support
Sterling menguat terhadap USD. Resistance terdekat saat ini berada di 1.6191. Bias untuk GBPUSD adalah bullish namun kemungkinan akan terjadi pullback ke area support di 1.6123. Jika muncul sinyal bullish sebelum support tersebut tembus, maka sterling berpotensi menguat lagi membidik area 1.6191. Pecah ke atas 1.6191 diperkirakan akan mendorong sterling naik hingga 1.6259.
Waspadai tembusnya support di 1.6123 karena bisa jadi akan diikuti oleh koreksi ke area 1.6047.
Euro Analysis : masih cenderung bullish
Euro terus menguat terhadap USD namun tertahan di resistance 1.4281. Pullback berpotensi terjadi ke area support di 1.4187 atau area trendline naik sebagai support dinamis. Jika area support tersebut bertahan dan diikuti oleh kemunculan sinyal bullish maka EURUSD diperkirakan akan melanjutkan trend naik menguji 1.4281. Perhatikan support di 1.4187 karena jika support itu tembus maka akan berpotensi menyebabkan koreksi hingga ke 1.4035.
Defisit Tahunan AS Sudah Dekati $1 Triliun
Sepanjang 9 bulan pertama (tahun anggaran), besaran defisit AS sudah mencapai $971 miliar. Sebagai perbandingan, angka tersebut setara dengan besaran defisit satu tahun penuh pada tiga tahun lalu. Dengan periode perhitungan satu tahun masih tersisa tiga bulan, jumlah defisit hampir pasti menembus catatan tahun lalu, $1,29 triliun. Namun, jumlah tahun ini diyakini tetap berada di bawah rekor angka yang tercapai pada 2009, yakni sebesar $1,41 triliun.
Defisit bulan Juni terpantau $43 miliar, cukup besar untuk rerata bulanan. Fakta ini kian menambah tekanan bagi kongres dan pemerintah untuk segera meneken plafon hutang baru. Jika tidak, surat hutang AS akan default untuk kali pertama dalam sejarah. Defisit tahun ini akan menembus angka $1 triliun untuk tiga periode beruntun.
Koreksi USD Untungkan Logam Mulia
Logam mulia favorit investor diprediksi mencatat level tertinggi baru pada sesi perdagangan Eropa dan Amerika Serikat (AS). Mengingat sentimen masih rawan dan minat safe haven tetap tinggi. Dalam satu atau dua hari ke depan, emas berpeluang merangsek ke $1,600. Emas diuntungkan oleh peringatan Moody's terhadap rating obligasi AS semalam. Di saat bersamaan, EUR/USD bertengger di 1.4220, menguat dibanding penutupan kemarin (1.4158).
Adapun logam perak terpantau naik 8 sen ke $38.31 per ons. Platinum naik $15.00 ke $1,786 dan palladium meraup $6 untuk $780 per ons.
Emas Siap Uji Level $ 1.650
Spot emas di $1,586.10/ons, naik $3.50 dari level penutupan di hari Rabu namun berada di bawah rekor tinggi di $1,590.04/ons.
Emas Tunggu QE3
"Jika QE3 terjadi, pergerakan emas tak terbendung," katanya. Logam mulia diprediksi akan menembus level $1,600/ons di tengah sentimen zona Eropa dan pasar AS yang lemah. Spot emas di $1,586.80/ons, naik $4.20 dari level penutupan namun berada di bawah level rekor tinggi baru di $1,590.04/ons. Jika AS batal melakukan QE3, emas dapat anjlok ke $1,450/ons, terkait minat resiko meningkat demikian juga dengan sentimen pasar, katanya. Skenario ini terjadi setelah pimpinan Fed, Ben Bernanke menyatakan kemungkinan atas tindakan kebijakan tambahan menjelang Kongres berlangsung hari Rabu (13/07).
Emas juga terbantu oleh pengumuman Moody's mengenai kemungkinan penurunan peringkat bagi obligasi pemerintah AS.
Langganan:
Postingan (Atom)
